Bagaimana Mengajarkan Toleransi Kepada Anak Kita?

“Ma, kok orang itu beda ya sama kita?”, “ Pa, si Daniel kenapa kok kulitnya putih?”. Pertanyaan seperti ini mungkin sering dilontarkan oleh anak kita kepada kita. Dalam situasi tertentu bagi sebagian orang tua akan kesulitan dalam memberikan penjelaskan kepada si anak mengenai pertanyaannya tersebut. Tidak seperti jepang dan negara lainnya yang homogen, Indonesia adalah negara yang beragam suku, ras, budaya dan agama. Maka sikap saling menghargai dan menghormati yang disebut toleransi itu sebisa mungkin harus bisa kita tanamkan kepada anak kita mulai dari dini. Berikut tipsnya :

  1. Berikan pengetahuan tentang keberagaman

Pengetahuan tentang keberagaman tentu perlu kita berikan kepada anak kita, tentu dengan porsi yang sesuai dengan daya tangkap mereka. Mulai dari suku, atau pulau mungkin bisa juga keyakinan atau status sosial. Dengan memberikan penjelasan tentang keberagaman tersebut pengetahuan syair hk anak akan bertambah dan menyadari bahwa perbedaan selalu berada disekitarnya.

  1. Jangan memberikan komentar atau pandangan buruk kepada perbedaan

Terkadang komentar atau pendapat yang negatif terhadap kaum atau kelompok masyarakat dengan kita akan menimbulkan pandangan yang buruk terhadap keberagaman itu. Oleh karena itu, jangan meracuni pemikiran anak dengan komentar dan pendapat yang negatif terhadap suatu kelompok atau kaum tertentu.

  1. Menjadi panutan dan teladan bagi anak

Bukan hanya mengajar melalui ucapan saja tetapi kita juga harus bisa melakukan apa yang telah kita ucapkan atau ajar kepada anak. Anak akan melihat bagaimana sikap dan tindakan yang Anda lakukan terhadap perbedaan tersebut, sehingga anak akan mengerti bahwa perbedaan itu bukan menjadi pengalang kita untuk membantu dan peduli dengan orang lain. Justru melalui perbedaan itu anak akan mengerti bagaimana seseorang melengkapi orang lain dan sebaliknya.

  1. Biarkan anak untuk bergaul dengan komunitas yang beragam

Berikan kesempatan anak untuk bersosialisasi dilingkungan yang berbeda dengan dirinya. Dengan begitu anak akan terlatih untuk bagaimana bertoleransi di tengah masyarakat yang majemuk ini. Kita juga bisa memantaunya apakah ajaran dan pengetahuan yang sudah kita berikat ini dapat ia praktekkan dalam kehidupannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *